Selasa, 27 Desember 2011

BIAYA TENAGA KERJA ( DIRECT LABOR COST )


PENGERTIAN BIAYA TENAGA KERJA DAN CARA PENGGOLONGANNYA
-          Definisi Biaya Tenaga 
Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia tersebut. Dapat juga diartikan semua balas jasa yang diberikan  oleh perusahaan kepada semua karyawan , elemen biaya tenaga kerja yang merupakan biaya produksi adalah biaya tenaga kerja untuk karyawan di pabrik.

-          Penggolongan Kegiatan dan Biaya Tenaga Kerja
Dalam perusahaan manufaktur penggolongan kegiatan tenaga kerja dapat dilakukan sebagai berikut:
a.       Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan
b.      Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan
c.       Penggolongan menurut jenis pekerjaannya
d.      Penggolongan menurut hubungannya dengan produk

Penggolongan menurut fungsi pokok dalam organisasi perusahaan. Organisasi dalam perusahaan manufaktur dibagi menjadi ke dalam tiga fungsi pokok: produksi, pemasaran, dan administrasi. Oleh karena itu perlu ada penggolongan dan pembedaan antara tenaga kerja pabrik dan tenaga kerja nonpabrik.

Penggolongan menurut kegiatan departemen-departemen dalam perusahaan. Misalnya departemen produksi suatu perusahaan kertas terdiri dari tiga departemen: bagian pulp,  bagian kertas, dan bagian Penyempurnaan. Dengan demikian Biaya Tenaga Kerja di departemen-departemen non produksi dapat digolongkan menjadi Biaya Tenaga Kerja Bagian Akuntansi, Biaya Tenaga Kerja Bagian Personalia, dan lain sebagainya.

Penggolongan menurut jenis pekerjaannya. Dalam suatu departemen, tenaga kerja dapat digolongkan menurut sifat pekerjaannya. Misalnya dalam suatu departemen produksi, tenaga kerja digolongkan sebagai berikut: operator, mandor, dan penyelia (superintendant).

Penggolongan menurut hubungan dengan produk. Dalam hubungan dengan produk, tenaga kerja di bagi menjadi : (1) Tenaga Kerja Langsung dan (2) Tenaga Kerja Tak Langsung. (1)Tenaga Kerja Langsung adalah semua karyawan yang secara langsung ikut serta memproduksi produk jadi, yang jasanya dapat diusut secara langsung pada produk. (2)Tenaga kerja yang jasanya tidak secara langsung dapat diusut pada produk disebut tenaga kerja tak langsung.  


AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA
Biaya Tenaga Kerja dibagi ke dalam 3 golongan besar, yaitu : 
-  Gaji dan Upah
-  Premi Lembur
-  Biaya-Biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja (labor related costs)

Gaji dan Upah
Akuntansi biaya gaji dan upah dilakukan dalam empat tahap pencatatan berikut ini :

Tahap 1
Berdasarkan kartu hadir karyawan ( baik karyawan produksi, pemasaran maupun administrasi dan umum), bagian pembuatan daftar gaji dan upah tersebut kemudian membuat daftar gaji dan upah karyawan. Dari daftar gaji dan upah tersebut kemudian dibuat rekapitulasi gaji dan upah untuk mengelompokkan gaji dan upah tersebut. Atas dasar rekapitulasi gaji dan upah tersebut, Bagian Akuntansi kemudian membuat jurnal sebagai berikut:
            Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja                             xxx
            Barang Overhead Pabrik                                                         xxx
            Biaya Administrasi & Umum                                                 xxx
            Biaya Pemasaran                                                                     xxx
                        Gaji dan Upah                                                                         xxx

Tahap 2
Atas dasar daftar gaji dan upah tersebut Bagian Keuangan membuat bukti kas keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank. Atad dasar bukti kas keluar tersebut, Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut:
Gaji dan Upah                                     xxx
                        Utang PPh Karyawan                                     xxx
                        Utang Gaji dan Upah                                      xxx

Tahap 3
Setelah cek diuangkan di bank, uang gaji dan upah kemudian dimasukkan kedalam amplop gaji dan upah tiap karyawan. Uang gaji dan upah karyawan kemudian dibayarkan oleh juru bayar kepada tiap karyawan yang berhak.
Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut :
            Utang Gaji dan Upah                          xxx
                        Kas                                                                  xxx

Tahap 4
Penyetoran pajak penghasilan (PPh) karyawan ke Kas Negara dijurnal oleh Bagian Akuntansi sebagai berikut :
            Uang PPh Karyawan                          xxx
                        Kas                                                                  xxx

Contoh 1
Misalkan perusahaan X hanya mempekerjakan 2 orang karyawan : Risa Rimendi dan Eliona Sari. Berdasarkan kartu hadir minggu pertama bulan April 19X1, bagian pembuat daftar gaji dan upah membuat daftar gaji dan upah untuk periode yang bersangkutan. Menurut kartu hadir, karyawan Risa Rimendi bekerja selama seminggu sebanyak 40 jam, dengan upah per jam Rp. 1.000,- , sedangkan karyawan Eliona Sari selama periode yang sama bekerja 40 jam dengan tarif upah Rp. 750 per jam. Menurut kartu jam kerja, penggunaan jam hadir masing-masing karyawan.

Data Jam Kerja Karyawan
 

            Penggunaan Waktu Kerja                               Risa Rimendi                   Eliona Sari        Untuk pesanan # 103                                                              15 jam                         20 jam                      Untuk pesanan # 188                                                               20 jam                         10 jam             Untuk menunggu persiapan pekerjaan                                                        5 jam                               10 jam
 

Dengan demikian upah karyawan tersebut dihitung  sebesar Rp. 70.000 (40 jam x   Rp. 1.000 ditambah 40 jam x Rp. 750) dan didistribusikan seperti dibawah ini

Distribusi Upah Tenaga Kerja Langsung
 


Distribusi Biaya Tenaga Kerja                                            Risa Rimendi            Eliona Sari
 

Dibebankan sebagai biaya tenaga kerja langsung :                       
            Pesanan # 103                                                                   Rp. 15.000                        Rp. 15.000
           Pesanan # 188                                                                      20.000                    7.500  Dibebankan sebagai biaya overhead pabrik                                5.000                     7.500
Jumlah upah minggu pertama bulan April 19X1                          Rp. 40.000                        Rp. 30.000

PPh yang dipotong oleh perusahaan 15% dari upah minggu
Pertama bulan April 19X1                                                         6.000                     4.500
            Jumlah upah bersih yang diterima karyawan                     Rp. 34.000           Rp. 25.000                   
Akuntansi biaya gaji dan upah dasar data tersebut di atas dilakukan sebagai berikut :

Tahap 1
Berdasarkan atas rekapitulasi gaji dan upah, Bagian Akuntansi kemudian membuat
jurnal distribusi gaji dan upah sebagai berikut :
            Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja              Rp. 57.500                 
            Biaya overhead Pabrik                                                       12.500
                        Gaji dan Upah                                                                         Rp. 70.000


Tahap 2
Atas dasar bukti kas keluar, Bagian Akuntansi membuat jurnal sebagai berikut :
            Gaji dan Upah                                                             Rp. 70.000
                        Utang PPh, karyawan                                                             Rp. 10.500
                        Utang Gaji dan Upah                                                                     59.500

Tahap 3
Atas dasar daftar gaji dan upah yang telah ditandatangani karyawan (sebagai bukti telah dibayarkannya upah karyawan), Bagian Akuntansi membuat jurnalb berikut :
            Utang Gaji dan Upah                                                  Rp. 59.500
                        Kas                                                                                          Rp. 59.500

Tahap 4
Penyetoran PPh karyawan ke Kas Negara dijurnal oleh Bagian Akuntansi sebagai berikut :
            Utang PPh Karyawan                                                 Rp. 10.500
                        Kas                                                                                          Rp. 10.500


Insentif

Dalam hubungan dengan gaji dan upah, perusahaan memberikan insentif kepada karyawan agar dapat bekerja lebih baik . Insentif dapat didasarkan atas waktu kerja, hasil yang diproduksi atau kombinasi diantara keduanya.

Ada beberapa cara pemberian insentif :
a.       Insentif Satuan dengan Jam Minimum ( Straight Piecework with a Guaranted Hourly Minimun Plan ) .
b.      Taylor differential piece rate plan .

a.      Insentif Satuan dengan Jam Minimum ( Straight Piecework with a Guaranted Hourly Minimun Plan ) .
Contoh 2
Jika menurut penyelidikkan waktu ( time study ), dibutuhkan waktu 5 menit untuk menghasilkan 1 satuan produk, maka jumlah keluaran standar per jam adalah 12 Rp 50 (Rp600:12) . Karyawan yang tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam, tetap dijamin mendapatkan upah Rp 600 per jam . tetapi bila ia dapat menghasilkan 14 satuan per jam (ada kelebihan 2 satuan dari jumlah standar per jam) maka upahnya dapat dihitung sebagai berikut:
Upah dasar per jam                                  Rp 600
Insentif: 2 X Rp50 (Rp600:12)                     100
Upah yang diterima pekerja per jam       Rp 700


b.      Taylor differential piece rate plan .
Contoh 3
Dalam Taylor plan ini, misalnya diterapkan tariff upah Rp 45 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 14 satuan atau kurang per jam dan Rp 65 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 16 satuan per jam, maka upah per jam karyawan dihitung sebangai berikut : Rp 65 x 16 = Rp 1.040 per jam. Sedangkan bila karyawan hanya menghasilkan 12 satuan per jam, maka upah per jam dihitung sebagai berikut : Rp 45 x 12 = Rp 540

Premi Lembur
Dalam perusahaan, jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam satu minggu, maka mereka berhak menerima uang lembur dan premi lembur. Misalnya dalam satu minggu seorang karyawan bekerja selama 44 jam dengan tarif upah (dalam kerja biasa maupun lembur) Rp 50 per jam. Premi lembur dihitung sebesar 50% dari tariff upah. Upah karyawan tersebut dihitung sebagai dihitung sebagai berikut ;
            Jam biasa                                                                     40 x Rp 600 = Rp 24.000
            Lembur                                                                          4 x Rp 600 =         2.400
Premi lembur                                                                 4 x Rp 300 =         1.200
Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu                                      = Rp 27.600

a.      Sistem premi bonus berdasarkan jam kerja
1. Premi Sistem Halsey                                   Dimana :    G   = Jumlah gaji atau upah
Dihitung dengan rumus :                                               T   = Tarif upah per Jam
                                                                                     JS  = Jam sesungguhnya
G = T (JS  + 1/2 JH)                                                    JH = Jam dihemat, sebesar Jst - JS
                                                                                           JSt = Jam standar
2. Premi Sistem Rowan
Dihitung dengan rumus :

G = ( 1 + JH/JSt) (JS x T)

3. Premi Sistem Bart
Dihitung dengan rumus :

G = ( Ö JSt x JS ) T

Contoh 4
PT.  PESONA  BUMI  ALAMI  Adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri perkayuan. dalam menghitung gaji untuk karyawannya menggunakan program gaji dan upah intensif .

Berikut ini  sebagian data-data karyawan  PT. Pesona Bumi Alami .
Nama
Jam Kerja
Bagus S
18
Eva K
17

Standar waktu pekerjaan  No. 009 untuk setiap 12 Produk =  20 jam, Tarif upah perjam        Rp 750.

Diminta :
Hitung  upah masing-masing karyawan dan berapa upah rata-rata perjam dengan menggunakan :
a. Premi Sistem Halsey
b. Premi Sistem Rowan
c. Premi Sistem Bart

a.    Premi sistem Helsey  G = T (Js + ½ JH)
Nama                                           gaji                                                  gaji rata-rata
Bagus S                 750 (18 + ½ (20 – 18)  = 14.250                     14.250 : 18 = Rp 792
Eva K                    750 (17 + ½ (20 – 17)  = 13.875                     13.875 : 17 =       816

b.      Premi sistem Rowan  G  =  (1 + JH/Jst) (JS x T)

Nama                                           gaji                                                 gaji rata-rata
Bagus S                (1 +  2/20) (18 x 750) =  14.850                      14.850   : 18 = 825
Eva K                   (1 +  3/20) (17 x 750) =  14.662,                     14.662,5: 17 = 862,5

c.       Premi sistem bart  G = ( Ö JSt x JS ) T

Nama                                                  gaji                                           gaji rata-rata
Bagus S                (Ö (20 x 18)) x 750  =  14.230                         14.230   : 18 = 790,5          
Eva  K                  (Ö (20 x 17)) x 750  =  13.829                        13.829   : 17 = 813,5


b.    Sistem Premi Bonus Berdasar Satuan Hasil
Sistem ini dikenal dengan istilah : Payment By Result Schames (PBR Schemes) dihitung dengan menggunakan rumus :

G = JP  x  T

Dimana: G  = Gaji atau Upah
              JP = Jumlah produk yang dihasilkan
              T  = Tarif upah per buah (satuan Produk)

Selisih Upah Langsung (direct labo variance)
           
Selisih upah langsung adalah  perbedaan antara upah langsung standar  dengan  upah langsung yang dibayarkan  sesungguhnya .
Jumlah selisih upah langsung  dicari sebagai berikut:

Upah Langsung  Sesungguhnya                                 xxx
Upah Langsung Standar                                             xxx   -
 

            Selisih Upah Langsung                                   xxx

Sebab-sebab adanya Selisih  Upah Langsung.
a.      Selisih Tarif Upah
Selisih Tarif  Upah = ( Tarif  Standar -   Tarif Sesungguhnya ) x jam kerja sesungguh
                                             perjam kerja        perjam kerja                    nya dikomsumsi

b.      Selisih Penggunaan Jam Kerja /Selisih  Efisiensi
Selisih Efisiensi = ( Jam Kerja Standar - Jam kerja sesungguhnya ) x Tarif  standar per jam

Contoh 5
PT. CAHAYA MENTARI pada tahun 1996 memproduksi produk jadi sebanyak 120.000 unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak 750.000 kg, sedangkan yang digunakan dalam proses produksi sebanyak 700.000 kg.
Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 6 kg / unit dengan standar harga Rp. 2.150,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam / unit dengan standar tarif upah Rp. 2.400,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 2.100,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 365.000 jam dengan tarif Rp. 2.500, / jam.

Diminta  Carilah  :
1.    Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.
2.    Selisih Tarif tenaga kerja langsung
3.    Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih gaji dan upah dengan mengabaikan pajak atas gaji dan upah
PENYELESAIAN  :

1.    Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :
Selisih Jam Kerja    =  [ Jam kerja Ssg – Jam kerja Std yang ditetapkan ] x Tarif upah Std
                                    =  [ 365.000  –  ( 3  x 120.000 ) ]  x  Rp. 2.400
                                    =   Rp. 12.000.000,-  ( Rugi )  
2.    Selisih Tarif  Upah Tenaga Kerja Langsung :
Selisih Tarif Upah =  [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ]  x  Jam kerja Ssg
                                    =  [ Rp. 2.500 – Rp. 2.400 ]  x  365.000
                                    =  Rp. 36.500.000,-  ( Rugi )

3.    Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :
Gaji dan upah  ( 2.500 x 365.000)             Rp.  912.500.000,-      —
                        Berbagai perkiraan hutang                              —        Rp.  912.500.000,-

     Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya :

            Barang dalam proses ( 360.000 x 2.400 )       Rp. 864.000.000,-       —
            Selisih efisiensi TK langsung                          Rp.   12.000.000,-       —
            Selisih tarif  TL langsung                                Rp.   36.500.000,-       —
                        Gaji dan upah                                                  —        Rp.  912.500.000,-


BIAYA-BIAYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TENAGA KERJA
(LABOR RELATED COSTS)

-     -   Setup time
Seringsekali terjadi sebuah pabrik memerlukan waktu dan sejumlah biaya untuk memulai produksi. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memulai produksi disebut biaya pemula produksi (set up costs). Biaya pemula produksi diperlukan pada waktu pabrik atau proses mulai dijalankan atau dibuka kembali atau pada waktu produk baru diperkenalkan.
Ada tiga cara perlakuan terhadap biaya pemula produksi:

1.      Dimasukkan ke dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung. Bila biaya pemula produksi dapat diidentifikasikan pada pesanan tertentu, maka biaya ini seringkali dimasukkan dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung dan dibebankan langsung rekening Barang Dalam Proses.
2.      Dimasukkan sebagai unsur biaya overhead pabrik. Biaya pemula produksi dapat diperlakukan sebagai unsure biaya overhead pabrik. Jurnal untuk mencatat biaya permula produksi adalah sebagai berikut:
Biaya overhead pabrik sesungguhnya                  xxx
     Kas                                                                              xxx
     Utang Dagang                                                             xxx
     Persediaan                                                                   xxx

3.      Dibebankan kepada pesanan yang bersangkutan. Biaya pemula produksi dapat dibebankan kepada pesanan tertentu, dalam kelompok biaya tersendiri, yang terpisah dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan dan biaya overhead pabrik.

-     -  Waktu Menganggur (Idel time)
Dalam mengolah produk, seringkali terjadi hambatan-hambatan, kerusakan mesin atau kekurangan pekerjaan. Hal ini menimbulkan waktu menganggur bagi karyawan. Biaya-biaya yang dikeluarkan selama waktu menganggur ini diperlukan sebagai unsur biaya overhead pabrik.
Misalkan seorang karyawan harus bekerja 40 jam per minggu. Upahnya Rp600 per jam. Dari 40 jam kerja tersebut misalnya 10 jam merupakan waktu menganggur, dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut adalah:

Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Langsung          RP18.000
Biaya overhead pabrik Sesungguhnya                                           6.000
            Gaji dan Upah                                                                                     Rp24.000


Sumber : Mulyadi, Gajah Mada

0 komentar:

Poskan Komentar